Tips Membuat CV dan Lamaran Kerja
Membuat CV dan surat lamaran kerja bukan sekadar formalitas. Dua dokumen ini adalah kesan pertama yang menentukan apakah kamu dipanggil interview atau tidak. Banyak pelamar gagal bukan karena tidak kompeten, tapi karena CV dan lamaran yang kurang rapi, terlalu panjang, atau tidak relevan.
Agar peluang lolos seleksi semakin besar, berikut tips membuat CV dan lamaran kerja yang efektif dan profesional.
1. Gunakan Format CV yang Sederhana dan Profesional
Hindari desain terlalu ramai jika melamar pekerjaan formal. Gunakan:
- Font yang mudah dibaca
- Ukuran huruf 10–12
- Maksimal 1–2 halaman
- Format PDF saat dikirim via email
Kalau masih bingung bagaimana menyusun pengalaman kerja, pastikan untuk menuliskannya secara sistematis dan jelas. Cantumkan posisi, nama perusahaan, dan pencapaian yang relevan dengan pekerjaan yang dilamar. Jika kamu fresh graduate, fokuskan pada pendidikan, organisasi, magang, dan keterampilan. Bagi yang sudah berpengalaman, tonjolkan riwayat pekerjaan yang relevan. Hal ini akan memudahkan HR melihat kemampuan dan pengalamanmu secara cepat.
2. Sesuaikan CV dengan Posisi yang Dilamar
Jangan kirim satu CV untuk semua lowongan. Sesuaikan isi CV dengan:
- Posisi yang dilamar
- Kualifikasi yang diminta perusahaan
- Skill yang relevan
Perusahaan lebih tertarik pada kandidat yang terlihat serius dan spesifik, bukan yang terkesan asal kirim.
Kalau kamu masih dalam tahap mencari pekerjaan yang cocok, baca juga Cara Cepat Untuk Mencari Pekerjaan Yang Perlu Diketahui! agar prosesnya lebih terarah.
3. Tulis Ringkasan Profil yang Singkat dan Jelas
Tambahkan 2–3 kalimat tentang diri kamu di bagian atas CV. Contohnya:
Lulusan Manajemen dengan pengalaman magang di bidang administrasi dan memiliki kemampuan komunikasi serta pengolahan data yang baik.
Ringkasan ini membantu HRD memahami gambaran singkat tentang kamu tanpa harus membaca seluruh CV dulu.
4. Hindari Informasi yang Tidak Perlu
Tidak perlu mencantumkan:
- Tinggi dan berat badan (kecuali diminta)
- Semua riwayat pendidikan sejak SD
- Pengalaman kerja yang tidak relevan
Fokus pada hal yang mendukung posisi yang kamu lamar.
5. Perhatikan Penulisan Surat Lamaran Kerja
Surat lamaran kerja harus:
- Ditujukan kepada HRD atau nama perusahaan
- Menjelaskan posisi yang dilamar
- Menyebutkan alasan tertarik
- Menjelaskan singkat kelebihan utama
Jangan hanya menyalin template tanpa penyesuaian.
Setelah CV dan lamaran dikirim, pastikan kamu siap jika mendapat panggilan. Baca juga Tips Wawancara Kerja Untuk Lulusan Baru agar tidak grogi saat interview.
6. Cek Kembali Sebelum Mengirim
Sebelum klik kirim:
- Periksa typo dan ejaan
- Pastikan file tidak corrupt
- Gunakan nama file profesional (Contoh: CV_Rina_Marida.pdf)
Kesalahan kecil bisa membuat HRD langsung melewati lamaran kamu.
7. Gunakan Email Profesional
Hindari email dengan nama tidak formal. Gunakan format seperti:
Selain itu, pastikan kamu bisa membedakan panggilan interview asli atau palsu agar tidak tertipu. Kamu bisa membaca Panggilan Interview dari E-mail Asli atau Palsu? Check Cara Membedakannya di Sini! supaya lebih waspada.
Kesimpulan
CV dan lamaran kerja adalah senjata utama untuk mendapatkan pekerjaan. Buatlah dengan ringkas, relevan, dan profesional. Jangan terburu-buru, dan selalu sesuaikan dengan posisi yang dilamar.
Dokumen yang baik akan meningkatkan peluang kamu dipanggil interview dan mempercepat proses mendapatkan pekerjaan.
Ingin CV dan Lamaran Kerja yang Profesional?
Jika kamu ingin CV dan surat lamaran kerja yang menarik perhatian HRD dan sesuai standar profesional, jangan ragu untuk konsultasi dengan kami.
Kami bisa membantu:
- Membuat CV & surat lamaran kerja yang ATS-friendly
- Menyesuaikan isi dengan posisi yang kamu lamar
- Review & edit dokumen supaya terlihat profesional
Dengan dokumen yang rapi dan tepat, peluang dipanggil interview semakin tinggi!

Komentar
Posting Komentar